Minggu, 04 Mei 2014

Cara Mengatasi Aplikasi/Game Force Close Di Android

ini-gadgetku on Cara Mengatasi Aplikasi/Game Force Close Di Android - Lama tidak kembali membuat postingan dikarenakan sibuk adanya projek-projek yang harus di kerjakan. tetapi, jika ada waktu pasti saya akan membuat postingan kembali seperti pada artikel ini. judul diatas adalah cara mengatasi masalah aplikasi sering force close di android. kalian pasti pernah mengalami error ini bukan, ya setiap orang yang memakai android pasti pernah melihat error ini pada aplikasi yang dijalankannya. nah, bagaimana cara mengatasinya.

Apa itu force close, force close yaitu aplikasi yang secara tiba-tiba exit atau keluar dengan otomatis saat aplikasi sedang di jalankan. masalah ini sering menghantui pada perangkat android. tidak peduli pada tipe apa dan seri berapa perangkat android kalian, masalah ini pasti pernah kalian temui. hal ini bisa di sebabkan versi aplikasi yang tidak kompatibel dengan versi OS android kamu atau karena kerusakan sistem atau kerusakan lainnya.

Sebenarnya berbagai chipset dan peranti android menjadikan para developer pembuat aplikasi android agar membangun aplikasi yang serasi dengan senua peranti android yang beredar di pasaran saat ini. Chipset CPU seperti hal nya pada ARM mempunyai tingkat kestabilan yang tinggi dalam melaksanakan kerja aplikasi yang sedang di buka. CPU ini juga bekerja dengan cara yang sedikit berbeda. namun, pasti ada saja kendala force close yang muncul pada android.

Cara Mengatasi Aplikasi/Game Force Close Di Android

Contoh yang paling terlihat adalah pada kehadiran chipset yang berjenis MIPS yang tadinya tidak boleh menjalankan pokok tertentu dan akan mengakibatkan force close apabila aplikasi dijalankan. hal tersebut terjadi karena arsitektur dan acara kerjanya berlainan dengan standar CPU ARM. setelah aplikasi tersebut selesai dibuat oleh para developer aplikasi android dan di perbaharui di Google Play Store kemudian baru boleh dijalankan untuk menghindari masalah force close tersebut.

Nah, kalau begitu bagaimana cara mengatasi aplikasi atau game yang sering terjadi force close di android, banyak faktor yang harus dipertimbangkan seperti beberapa penjelasan dibawah ini.
1. Aplikasi yang mungkin masih dalam tahap beta (belum sempurna).
1.1. Data game yang belum lengkap dan di perlukannya pembaharuan.
1.2. Kurangnya tambahan fitur dari chipset terkini.
1.3. Konflik antara aplikasi dan sistem utama android setelah melakukan update OS terbaru.
1.4. Konflik data Dalvik , data sementara (temp files) yang di simpan oleh aplikasi.

2. Sistem operasi android yang rusak atau crash.
Crash pada sistem Android di sebabkan karena hilangnya/rusaknya sistem root, sistem operasi android sama halnya dengan sistem operasi di komputer yang akan mengalami kerusakan yang di akibatkan berbagai macam hal, baik itu virus, pemasangan aplikasi atau game yang tidak sesuai , atau bahkan pada saat menginstal ROM tidak sempurna.

Hal lain yang sering terjadi adalah ketidakcocokan device dengan costum ROM yang di install, oleh karena itu pemilihan ROM harus benar-benar sesuai dengan device yang di miliki terutama pada saat akan melakukan install custom ROM harus di pilih dengan hati-hati karena bukan saja akan mengalami force close bisa jadi device yang dimiliki akan Brick.

Solusinya : Jika ketiga permasalahan di atas masih terjadi maka ada baiknya kalian mengganti sistem Android, untuk pengguna Custom ROM, pilih Custom ROM yang benar-benar bagus dan sudah di uji coba.

File data tidak cocok dengan tipe perangkat (dari GPU dan Prosesor).
Sering sekali para pengguna android melakukan download game serta data sekaligus yang tujuannya untuk mempermudah instalasi, mengingat tidak semua pengguna memiliki akses internet dengan kecepatan yang tinggi/tidak memiliki akses WiFi sendiri untuk melakukan download data tambahan game yang ingin di mainkan. namun permasalahannya adalah tidak semua game serta data yang ada itu cocok dengan perangkat yang di miliki sehingga semua game serta data yang di masukan akan terjadi force close.

Solusi : download game serta data sesuai dengan perangkat yang di miliki, atau jika punya akses internet sendiri sebaiknya download langsung dari perangkat android kalian.

Dari faktor diatas hanya pertimbangan semata, untuk mengatasi masalah force close ini kalian dapat melakukan cara sebagaimana berikut.
1. Lakukan reboot
Matikan kemudian hidupkan kembali perangkat android kalian untuk menguji kelancaran aplikasi yang di ketahui terjadi force close tersebut. lalu coba jalankan kembali aplikasi yang sama, apakah masih terjadi force close.

2. Uninstall dan install ulang aplikasi yang bersangkutan (terjadi force close).
Terdapat kemungkinan aplikasi/game tersebut konflik dengan data lama setalah melakukan pembaharuan versi terbaru. cara uninstall dan install lagi hanya sebentar kawan, jangan menyerah.

3. Buanglah data aplikasi atau program cache.
Setiap aplikasi akan membuat simpanan data untuk keperluan pengguna. misalnya data login, data level pada sebuah game, data image untuk keperluan aplikasi yang bersangkutan. kalian bisa menghapus data-data ini. cara ini lebih baik dilakukan daripada aplikasi kalian selalu terjadi force close.

Adapun cara melakukan delete data atau cache dari aplikasi atau game pada android kalian.
1. Kalian masuk ke "Setting".
2. Klik menu "apps/application".
3. Biasanya pada perangkat ada pilihan "downloaded | on SDcard | running | all".
4. Kalian pilih "All".
5. Kemudian pilih aplikasi yang sering force close.
6. Pilih menu "clear data" dan juga menu "clear cache".

Cara Mengatasi Aplikasi/Game Force Close Di Android

7. Lakukan reboot pada perangkat android kalian.

Bagaimana, aplikasi atau game yang kalian jalankan apakah sudah berhasil terbebas dari yang namanya force close? misalkan belum mungkin dari pengembangnya, aplikasi tersebut belum cocok dengan tipe perangkat android yang kalian miliki saat ini. jika kalian ada pertanyaan, bisa melakukan komentar pada artikel ini. sekian artikel tentang Cara Mengatasi Aplikasi/Game Force Close Di Android. semoga bisa bermanfaat dan berguna untuk kalian semua. terima kasih sudah berkunjung.

Sabtu, 03 Mei 2014

[Update] Cara Ampuh Mengosongkan Memori Internal Android

[Update] Cara Ampuh Mengosongkan Memori Internal Android - Pubish tanggal 4 Januari 2014, update tanggal 4 Mei 2014. Update judul terlalu panjang & penjelasan jika ada beberapa menu yang tidak bisa dicentang dan masalah lain. Keterangan : Artikel asli bukan copy paste.

Secara umum bisa dipastikan bahwa seluruh pengguna Android rata-rata mengalami problem low memory space atau kekurangan space memori pada masing-masing ponsel Android nya. Hal ini bisa dilihat dari ukuran kebanyakan memori internal tiap-tiap Android dan ukuran aplikasi-aplikasi Android. Misalkan saja Samsung Galaxy Y Duos yang hanya memiliki kapasitas internal di kisaran 180MB, baru enam aplikasi yang di instal sudah kehabisan memori.

Kini, seiring berjalan waktu, ponsel-ponsel pintar ini sudah dibekali berbagai spesifikasi yang mewah jauh dari perkiraan kita. Memori internal 16GB, prosesor quad-core, RAM 1GB, OS Android Jelly Bean 4.3, mungkin sudah cukup membuat hidup anda sedikit lebih bergairah. Lantas bagaimana nasib smartphone-smartphone terdahulunya?

Untuk mengakali memori internal Android agar tetap longgar, ada berbagai teknik yang tiap-tiap orang menggunakan cara yang berbeda-beda. Ada yang hanya memindah aplikasi tanpa melakukan root dengan cara move to SD lewat system atau dengan Gemini App Manager, ada yang memakai Link2SD untuk memindah aplikasi Android ke SDCard, ada INT2EXT untuk memindah internal Android ke partisi kedua SDCard, banyak sekali. Apa yang anda pakai?

Baru-baru ini saya bereksperimen mencoba sebuah custom ROM Jelly Bean 4.3 yang saya temukan di forum XDA Developer untuk Xperia Mini saya. ROM nya terbilang cukup smooth dan stable, sudah tidak ada bug yang keluar, ramah untuk bermain game dan yang pasti menyisakan banyak sekali space internal. Namun sayang, ada sebuah kendala disini.

Dari dulu saya selalu memakai Link2SD untuk memindah aplikasi-aplikasi eksternal saya ke SDCard. Dengan menggunakan partisi EXT3, setelah saya lakukan flashing kemudian konfigurasi seperlunya langsung saya instal Link2SD tersebut. Entah apanya yang salah, Link2SD sudah sinkron dengan partisi kedua, sudah berhasil membuat link dari tiap-tiap aplikasi yang terinstal, namun setiap kali di reboot selalu file LIB nya menjadi ter-unlink semua. Dulu saya pernah mengalami kejadian serupa namun hanya dalvik-cache nya saja yang ter-unlink. Barang kali ini karena ROM yang saya pakai dan setelah itu mau tidak mau saya cari alternatif lain.

Sekarang saya memakai Mounts2SD. Hampir sama seperti Link2SD, namun sebetulnya ini berbeda.

Secara prinsip, Link2SD tidak memindah secara keseluruhan aplikasi-aplikasi eksternal anda melainkan hanya me-link saja ke second partition dengan catatan aplikasinya tetap di internal namun semuanya bertumpu ke second partition. Sedangkan Mounts2SD ini mirip dengan A2SD / DC2SD. Mounts2SD memindahkan aplikasi ke sd-ext (partisi kedua) tanpa membebankan memori internal Android. Mungkin hanya sedikit dari cache aplikasi anda saja yang sebagian masuk ke memori internal. Tak heran jika dengan menggunakan Mounts2SD ini internal anda akan benar-benar kosong dan lapang.

Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android
Memory Internal Android VS Second Partition SD Card

Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android

Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android
Sebagai rincian, data diatas saya ambil dengan 30an aplikasi pihak ketiga yang terinstall. Setelah memakai Mounts2SD, memori internalnya tetap free dan seluruh aplikasi saya itu masuk ke second partition (lihat gambar pertama). Tidak seperti pada waktu memakai Link2SD.

Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android dengan Mounts2SD
  • Pertama, install Mounts2SD ke smartphone anda. Mounts2SD bisa di download langsung via Play Store dan itu gratis
  • Kedua, buka Mounts2SD. Ikuti gambar dibawah ini :
Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android
Klik tombol opsi, pilih Application Settings

Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android
Klik Install Startup Script

Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android
Keluar dari Application Settings, geser ke tab kedua (gambar kunci inggris) cari Applications, Libraries, Data, & Dalvik Cache, lalu centang

Cara Ampuh Mengosongkan & Melegakan Memori Internal Android
Pilih driver, sesuaikan dengan jenis partisi kedua anda. Saya sendiri memakai EXT3
  •  Terakhir, reboot
Beres :) maka dengan otomatis setiap anda menginstal aplikasi, seluruhnya akan langsung berpindah ke partisi kedua. Tidak perlu create link seperti Link2SD karena Mounts2SD itu berbeda dengan Link2SD.

Soal bagaimana cara mempartisi SDCard, baca Tutorial Cara Mempartisi SD Card untuk Link2sd Android.

Semoga cara ampuh mengosongkan & melegakan memori internal Android ini berguna untuk anda semua.

Baca bagian daftar isi untuk tutorial menarik lainnya atau masuk ke page Curhat Android untuk bertanya / berdiskusi soal android atau masuk ke page Request Android untuk request Tutorial ataupun Review.

Penjelasan jika ada beberapa menu (Applications, Libraries, Data, Dalvik Cache, Media, System Content) yang tidak bisa dicentang dan masalah lain : Sebelumnya saya beranggapan bahwa sepertinya hanya custom ROM tertentu saja (tidak untuk stock ROM, hanya anggapan saya) yang support memindahkan semua aplikasi beserta data-datanya melalui Mounts2SD ini.

Mungkin itu sedikit benar atau sepertinya rada melenceng mengingat custom ROM itu akan sangat maksimal jika developernya juga maksimal dan mempunyai wawasan yang banyak. Dari sebuah thread di XDA Developer bertema [Q&A] Mounts2SD - Storage & Memory Management, saya temukan sebuah komentar seperti pada gambar berikut :

[Update] Cara Ampuh Mengosongkan Memori Internal Android

Dari keterangan diatas bisa kita lihat,
  1. Can't disable Safe mode < Your init.d does not support safe-mode as you don't have a service implemented version. It's not used on your device, so no need to be able to disable it < init.d tidak support
  2. Can't mark libraries to be moved to sd-ext < Your not running Android 4.2+ which has /data/app-lib < System Android Anda tidak mendukung /data/app-lib yang mana hal ini hanya ada pada Android Jelly Bean 4.2 keatas saja. Terbukti pada tutorial diatas yang saya pakai memang custom ROM Jelly Bean 4.3 dan saya baru mengetahui permasalahan libraries bisa dicentang karena hal ini
  3. Can't mark System content to be moved < You don't have any system content in /data < You don't have any system content, bro
Bagaimana? Sudah bisa menganalisa apa yang kurang dan mana yang harus dimengerti? Semoga dari keterangan diatas bisa melancarkan niat Anda yang tetap bersikukuh menggunakan Mounts2SD ini.

Terima kasih.

New Galaxy Pocket, Android Mungil Bersistem KitKat

New Galaxy Pocket, Android Mungil Bersistem KitKat - Tercatat 29 April 2014, sebuah smartphone Samsung berkode SM-G110B tengah menjalani uji coba dan evaluasi di India. Berita itu terdengar sehari yang lalu dari situs Zauba, web yang men-tracking data import export shipment di India.

New Galaxy Pocket, Android Mungil Bersistem KitKat
Belum banyak kabar yang menjelaskan secara detail mengenai smartphone ini. Namun beberapa situs gadget seperti Phone Arena beranggapan bahwa smartphone dengan ukuran layar QVGA (240 x 320) berprosesor Cortex-A7 dan menggunakan sistem Android KitKat ini masih tergolong keluarga Galaxy Pocket.

Hal ini dilihat dari miripnya spesifikasi tersebut dengan Samsung Galaxy Pocket Neo yang rilis satu tahun yang lalu, hanya saja SM-G110B dirancang setingkat lebih tinggi dengan suguhan Android terbaru KitKat.

Bisa jadi ini merupakan smartphone menengah kebawah pertama yang bakal berjalan di Android seri KitKat Official. Tinggal kita menunggu kapan smartphone tersebut akan diumumkan, apakah benar ini merupakan seri Galaxy Pocket terbaru atau ada nama lain yang digunakan, apakah benar SM-G110B akan dibanderol sedikit lebih tinggi dibanding Galaxy Pocket Neo yang dihargai sekitar $80 saja, nantikan kabar selanjutnya.

Baca juga : Rumor LG G3, Samsung Keluarkan Galaxy S5 Prime

Jumat, 02 Mei 2014

Cara Mudah Flash Ulang Andromax C JB Gen2

Cara Mudah Flash Ulang Andromax C JB Gen2
Cara Mudah Flash Ulang Andromax C JB Gen2 - Andromax C, seperti yang kita tahu sekarang ini memiliki dua versi yang berbeda. Versi pertama ICS (disebut sebagai Andromax C Gen1 alias Generasi Satu) dan versi kedua Jelly Bean (disebut sebagai Andromax C Gen2 alias Generasi Dua). Jika ditanya soal mana yang memiliki spesifikasi lebih baik, sepertinya sama saja diantara keduanya. Tapi jika dicermati, Andromax C Gen2 memiliki body yang lebih besar dibanding Gen1. Perbedaan umum antara Gen1 dan Gen2 hanya terletak pada sisi sistem operasi saja.

Masalahnya, untuk seri Andromax C Jelly Bean ini masih menyisakan bug di recovery mode dimana pada firmware lama, recovery mode Andromax C JB tidak dapat diakses. Yang bisa mungkin hanya test mode saja. Untuk kasus ini, cara mengatasinya kita bisa menginstall recovery lain semisal CWM Recovery yang lebih powerfull ketimbang recovery bawaan. Saya pernah mengulas cara memasang CWM di Max C JB di tutorial Cara Memperbaiki Andromax C JB Gen2 Tidak Bisa Masuk Recovery.

Ketika Anda mendapati smartphone Android Anda bootloop / tidak bisa masuk ke system, sebelum ke tukang servis atau ke service center mungkin Anda akan mencoba mencari cara flashing ulang manual seperti flashing ulang via flashable ZIP misalnya. Tentunya Anda memerlukan bantuan recovery mode dalam hal ini. Sedangkan untuk Max C JB Gen2? Ya sama saja. Recovery mode tetap dibutuhkan.

Tapi tunggu. Ada teknik lain yang lebih gampang jika hanya sekedar flashing ulang Andromax C saja. Yakni menggunakan TF Update. Anda tidak perlu susah-susah menginstall recovery mode untuk urusan ini. Yang Anda perlukan hanyalah SDCard untuk menampung file ROM TF Update.

Sekedar informasi bahwa dari berbagai sumber yang saya baca, TF Update merupakan file update khusus untuk Smartfren Andromax yang berguna untuk memperbarui firmware. Mungkin ini hanya sebuah metode khusus dari Andromax karena sebetulnya isi TF Update ini juga sama seperti firmware pada umumnya (berupa kumpulan file image)

Warning!
Bukan untuk di flash di Andromax C Gen1 , bukan untuk upgrade JB di Andromax C Gen1, bukan ROM TF Update untuk Andromax C Gen1, hanya untuk Andromax C Gen2 saja

Cara flashing ulang Andromax C JB Gen2 menggunakan TF Update, pertama-tama download TF Update melalui link berikut :

Hanya untuk tambahan, link flashable ZIP diatas merupakan link firmware Max C Gen2 versi terbaru, namun cara pemakaiannya harus diflash melalui recovery mode karena itu bukan TF Update

Sesudah Anda mengunduh TF Update diatas, ekstrak file tersebut kemudian pindahkan folder EG902.v1 ke dalam SDCard Anda, taruh dibagian luar (jangan ditaruh didalam folder baru lagi). Langkah selanjutnya matikan Andromax Anda, secara bersama-sama tekan tombol Power + tombol volume atas + volume bawah sampai muncul proses flashing pada layar.

Cara Mudah Flash Ulang Andromax C JB Gen2

Tunggu hingga prosesnya selesai dan berjalan lancar. Pastikan semua proses sampai 100%. Mungkin tidak sampai 5 menit sudah rampung.

Cara Mudah Flash Ulang Andromax C JB Gen2

Langkah terakhir, tekan dan tahan tombol power beberapa detik sampai reboot. Jika berhasil, Andromax Gen2 Anda akan melakukan booting seperti biasanya yang menandakan proses flashing ulang berhasil. Seluruh error yang sebelumnya muncul, bootloop, root, cache, semuanya hilang seakan-akan smartphone Anda kembali seperti semula.

Selesai :) Semoga tutorial ini berguna untuk Anda semuanya.

Sumber gambar : http://www.dhot-creation.com/

Rabu, 30 April 2014

Cara Memindah Aplikasi Android Ke Eksternal SDCard

Cara Memindah Aplikasi Android Ke Eksternal SDCard - Tutorial ini dipublikasikan pada 2 Januari 2013 yang lalu namun ditulis ulang pada 1 Mei 2014 karena isinya yang terlalu 'santai' (pada waktu itu saya nulis suka-suka) ditambah informasinya sedikit kurang lengkap.

Ada banyak alasan mengapa orang-orang menginginkan aplikasi Android nya dipindahkan dari internal ke eksternal. Beberapa diantaranya karena kapasitas internal jauh diluar kebutuhan, memori internal smartphone lawas kebanyakan kecil (tidak lebih dari 300MB) dan memori sebesar itu tidak akan muat dijejali banyak aplikasi.

Bagi Anda yang memiliki smartphone keluaran terbaru, sebenarnya itu sudah bukan menjadi masalah. Bayangkan saja hampir semua vendor sekarang ini berlomba-lomba adu spesifikasi. Sebut saja Samsung Galaxy S5 Prime yang bakal rilis dalam waktu dekat, Samsung Galaxy S5 Prime dibekali prosesor Octa-core Exynos 5430 dengan ruang penyimpanan mencapai 32GB dan memori RAM 3GB. Apakah Anda masih berniat menginstal aplikasi di memori eksternal jika Anda memiliki ruang memori sebanyak itu?

Lagi pula, sebetulnya menginstal aplikasi di memori eksternal dapat menurunkan performa Android. Pertama, kecepatan memori eksternal itu terbatas dari berapa class memori eksternal tersebut (baca Cara Memilih SD Card Untuk Android). Kedua, sebesar apapun kapasitas memori eksternal dan secepat apapun kecepatan memori eksternal dalam melakukan read - write masih kalah dibandingkan dengan memori internal.

Dari penjelasan diatas, saya ingin menyampaikan bahwa Anda tidak perlu menginstal aplikasi di memori eksternal jika Anda memiliki memori internal yang besar. Sebaiknya, memori eksternal akan lebih bagus jika hanya Anda isi dengan file-file pribadi Anda, tidak usah dipartisi ulang, cukup satu partisi untuk menyimpan data. Itu semua semata-mata untuk menjaga supaya memori eksternal Anda awet tidak mudah rusak.

Namun itu semua tergantung pada Anda. Memori internal 2GB sebenarnya sudah sangat cukup dimasuki 100 aplikasi Android.

Cara memindah aplikasi Android ke eksternal (SDCard), yang paling gampang bisa kita pakai aplikasi gratis namanya Link2SD. Ada juga cara lain bila Anda ingin memori internal kosong sekosong-kosongnya, bisa Anda coba Mounts2SD. Selain itu masih ada banyak yang perlu Anda ketahui diantaranya Amarullz Script, App2SD, DC2SD, Int2EXT, S2E, dan lain sebagainya. Semua cara tersebut fungsinya sama, hanya saja teknik dan syaratnya yang berbeda-beda.

Pada tutorial ini akan saya jelaskan mengenai cara menginstal Link2SD untuk memindah aplikasi Android ke SDCard. Caranya cukup mudah.

Baca terlebih dulu sebelum Anda melakukan tutorial ini, resiko sepenuhnya ada pada diri Anda.
  • Pertama-tama pastikan Android Anda sudah dalam kondisi di root
  • Kedua, Anda perlu menyiapkan memori SDCard paling tidak 4GB untuk dipartisi ulang. Kenapa 4GB? Karena kalau 2GB itu sangat kurang apalagi 1GB. Partisi yang akan kita pakai untuk menaruh aplikasi paling tidak 500MB. Jadi jika 4GB, 3.5GB untuk data dan yang 500MB untuk aplikasi
  • Buat partisi baru, partisi pertama untuk menyimpan data (Primary / Fat32), partisi kedua untuk menaruh aplikasi yang diolah oleh Link2sd (Primary / Fat32). Jika Anda bertanya mengapa Fat32, selengkapnya mengenai partisi (langkah-langkah, syarat, hal yang dibutuhkan) baca Cara Mempartisi SDCard Untuk Link2sd Android
  • Setelah SDCard dipartisi, install Link2SD (bisa Anda unduh gratis langsung dari Google Play)
  • Jalankan Link2SD
  • Pada saat pertama Link2SD dibuka, akan muncul beberapa pilihan jenis system partisi SDCard seperti pada gambar berikut :
Cara Memindah Aplikasi Android Ke Eksternal SDCard
pict by Android Legend
  • Pilih jenis system SDCard Anda kemudian klik OK. Dalam hal ini, yang kita pergunakan yakni Fat32 / Fat16
  • Jika berhasil, akan muncul pop-up "Restart your phone - Mount script created, please restart your phone to mount the second partition blablabla". Pada tahap ini Anda sudah berhasil menginstal Link2SD dengan baik
  • Hal terakhir yang perlu Anda lakukan yaitu melink-kan aplikasi-aplikasi Anda ke partisi yang telah Anda buat. Baca Cara Menggunakan Link2SD Untuk Memindah Aplikasi Android ke SDCard
  • Selesai
Semoga tutorial diatas dapat berguna untuk Anda semuanya :) mohon maaf bila ada kurang lebihnya, semoga berhasil.

Selasa, 29 April 2014

[Update] Tutorial Cara Flashing Galaxy Young

[Update] Tutorial Cara Flashing Galaxy YoungUpdate tutorial bulan Februari 2013, update link download firmware Samsung Galaxy Young & link download driver Samsung Galaxy Young.

Kali ini akan saya berikan tutorial flashing galaxy young, berhubungan dengan komentar dari mas rifaldy yang bertanya kalau flashing Samsung menggunakan software apa pada artikel memperbaiki android yang bootloop. Hari kemarin sempat saya post juga mengenai cara flashing xperia menggunakan flashtool namun karena kedua jenis ponsel ini berbeda maka saya buat kembali tutorial flashing.

Biasanya kita lakukan flashing ketika system sudah tidak stabil. Bisa juga apabila ponsel sering terjadi error, sering nge-lag, sedangkan upaya menambah ram android tidak memberikan hasil yang memuaskan pada sisi performa. Selain itu pada kasus gagal start up, mau tidak mau kita harus mem-flash ulang rom untuk memperbaiki ponsel android yang mengalami bootloop tersebut.

Masih berkaitan dengan Samsung galaxy young, di blog ini pernah saya post mengenai tutorial cara root Samsung galaxy young. Tidak lengkap kan kalau nge-flash rom tanpa nge-root?

Baik, kalau Flashtool digunakan untuk ponsel tipe xperia maka untuk Samsung kita pakai software bernama Odin. Odin dikhususkan untuk pengguna Samsung karena struktur dari kedua tipe ponsel diatas berbeda. Kita menggunakan file berekstensi FTF pada flashtool, sedangkan Odin memakai file dengan ekstensi md5 dan terkadang terbagi menjadi tiga jenis. Ada CSC, MODEM, dan PDA.

Berikut ini langkah-langkah flashing Samsung galaxy young menggunakan Odin.

Pertama persiapkan bahan, sebuah ponsel Samsung galaxy young, Kabel Data USB, ROM –download disini (untuk Galaxy Young keluaran Asia biasanya versi firmware nya S5360DXLxx)–, Driver –download disini–, dan Odin versi 1.85 –download disini–.

Install driver tersebut di PC anda. Kemudian ekstrak ROM dan Odin di drive manapun –tidak harus dalam satu drive–.

Pada saat anda meng-ekstrak Odin, matikan anti virus anda karena biasanya anti virus –seperti avira– mengenali software tersebut sebagai virus. Sudah saya coba di beberapa PC –mulai dari axioo pjm saya, PC milik teman, PC sekolah, sampai warnet– dan hasilnya memang sama.

Kedua, buka Odin. Seperti ini tampilan Odin v1.84 :
Odin, Samsung Galaxy Young, Flashing via Odin
Odin
Isikan file-file ROM ke tempatnya masing-masing (CSC, MODEM, PDA) seperti pada gambar. File CSC di tombol CSC, file MODEM di tombol PHONE, dan file PDA di tombol PDA. Kosongkan yang lain.

Selanjutnya sambungkan ponsel anda dengan PC dalam kondisi Download Mode. Caranya, matikan terlebih dahulu ponsel anda, kemudian tekan tombol power + volume down + tombol home secara bersama-sama. Nanti akan muncul tampilan gambar seperti ini :
Odin, Samsung Galaxy Young, Flashing via Odin
Warning
 Tekan saja tombol volume up untuk instruksi melanjutkan.
Odin, Samsung Galaxy Young, Flashing via Odin
Download Mode
Gambar diatas merupakan tampilan Download Mode setelah anda tekan volume up yang berarti continue. Setelah masuk Download Mode, tancapkan kabel USB dari ponsel ke PC.

Pastikan anda sudah menginstall driver. Tunggu hingga muncul kotak berwarna kuning. Apabila sudah keluar, itu tandanya ponsel galaxy young anda sudah siap untuk di flash.
Odin, Samsung Galaxy Young, Flashing via Odin
Ready
Tahap terakhir, tekan start. Biarkan proses berjalan hingga akhirnya keluar tulisan PASS pada odin.
Odin, Samsung Galaxy Young, Flashing via Odin
Pass - SUCCESS
Selamat anda sudah berhasil mem-flash rom Samsung galaxy young kesayangan anda :)

Mudah bukan? Sebetulnya hanya memerlukan waktu 5 menit untuk nge-flash ponsel ini. Namun sudah hampir sejam saya mosting tutorial diatas.

Untuk pertanyaan, silahkan isi di kolom komentar.

NB : Pada tutorial ini saya gunakan Odin v1.85 namun berhubung tidak saya pratekkan langsung jadi mustahil saya dapatkan screenshot-screenshot seperti diatas sehingga saya carikan screenshot di sebuah situs india dan yang saya temukan screenshot memakai Odin v1.84.

Untuk PIT & Unlock Bootloader dikosongkan.

Senin, 28 April 2014

Rumor LG G3, Samsung Keluarkan Galaxy S5 Prime

Rumor LG G3, Samsung Keluarkan Galaxy S5 Prime
Rumor LG G3, Samsung Keluarkan Galaxy S5 Prime - Sepertinya Samsung cemburu saingan dari negara asalnya akan merilis smartphone mewah. Rumor LG G3 yang kabarnya hadir dalam waktu dekat ini membuat Samsung buru-buru membocorkan flagship terbarunya meskipun pada kenyataannya Samsung berusaha menutup-nutupi kabar ini.

Project KQ alias Samsung Galaxy S5 Prime, begitu smartphone ini disebut, merupakan flagship terbaru Samsung setelah versi original nya rilis beberapa minggu yang lalu. Ada lagi Samsung Galaxy S5 Mini yang baru-baru ini diberitakan membawa sertifikasi IP67 (tahan di dalam air selama kurang lebih 30 menit) hadir pada awal Mei nanti.

Dikabarkan Galaxy S5 Prime memiliki spesifikasi yang tak jauh berbeda dengan Galaxy S5. Namun ada yang menarik bila kita lihat lebih cermat. Smartphone tersebut bakal hadir mengusung dua versi prosesor berbeda, yakni Octa-core Exynos 5430 dan Snapdragon 805. Perbedaan tersebut berdasarkan dimana tempat flagship itu bakal dilaunching dan yang mendapatkan prosesor Exynos yaitu Korea Selatan.

Galaxy S5 Prime juga nantinya akan dibuat dengan lapisan bahan metal, menjadikan ponsel ini ponsel Android pertama Samsung ber-body metal. Sama seperti HTC One M8 yang didesain dengan 90% bahan metal asli dengan proses pengerjaan rumit.

Secara garis besar, Galaxy S5 Prime menggunakan layar 5.2 inch (2560×1440), lebih besar dari Galaxy S5. Untuk prosesor seperti yang disebutkan diatas, pada bagian GPU menggunakan seri Adreno 420. Galaxy S5 Prime juga dilengkapi dengan kamera 16 MP pada bagian belakang, sedangkan untuk kamera depan menggunakan 2MP. Terakhir, tidak lupa juga smartpgone ini menggunakan Android versi KitKat 4.4.2.

Menarik bukan? Berminat untuk membelinya? Untuk sekarang ini, dari tanggal peluncuran sampai dengan harga Galaxy S5 Prime masih simpang siur. Jadi, nantikan kabar terbaru seputar Galaxy S5 Prime ini.